Punya sih WhatsApp -nya, tapi cuma jadi penonton story doang hehe. Punya kontak WhatsApp kamu, tapi gak punya hati kamu. Huhu eh  gimanaaa? Gak ada teman yang mutualan. Begitu ada pesan WhatsUpp yang masuk, eh pesan seseorang entah siapa dia, cuma mau yg numpang promosi iklan.

Kamu tuh, Percuma aja ganteng tapi gak berani langsung WhatsApp duluan ehhhhhh, jangan marah, cuma candaaaa yah ganteng  :flag:

https://4.bp.blogspot.com/-pGYxjuFNep8/W9Q3CeWbEVI/AAAAAAAAGTo/TRPXpWKjpgwCaxGXnDQAiKUgR6Qnp3-5ACLcBGAs/s1600/animasi-soraya-meme-chatting-gadis-jilbab-hijaber.gif
Lihat Soraya: Chat Dia

WhatsApp vs Telegram
Ngomong-ngomong tentang WhatsApp, jutaan pengguna WhatsApp di luar negeri seperti di negara Turki, mulai meninggalkan WhatsApp dan berpindah ke layanan platform lokal yang tersedia di negara mereka, atau beralih ke Telegram atau Signal. Sementara di Indonesia, aplikasi chat sejenis seperti Telegram, penggunaannya belum sepopuler WA.

Di antara alasan para pengguna setia WA mulai mencari aplikasi chat private lainnya adalah, disebabkan adanya perubahan kebijakan privasi yang diterapkan pihak facebook dalam penggunaan WhatsApp yang dinilai tidak menjaga privasi pengguna. Seperti diketahui, ketentuan serta kebijakan privasi baru WA wajib disetujui oleh pengguna jika ingin tetap bisa menggunakan WhatsApp. Kebijakan ini direspons beragam oleh pengguna.

WhatsApp memaksa pengguna berbagi data ke Facebook atau memilih untuk menghapus akun. Jika pengguna setuju, WhatsApp akan membagikan data mereka ke anak perusahaan Facebook, termasuk Facebook Payments Inc., Facebook Payments International Limited., Onavo, Facebook Technologies LLC, dan CrowdTangle.

Jenis informasi yang akan dibagikan WhatsApp ke Facebook antara lain nomor telepon, nama profil, foto profil, data transaksi, informasi terkait layanan, informasi perangkat mobile, alamat IP dan informasi lain